Penderita Stroke Makin Muda

Penderita stroke umumnya berusia 50 tahun. Tapi itu dulu. Sejak awal tahun ini, ada pergeseran usia penderita. Berdasar data, makin banyak penderita stroke dengan usia rata-rata 30 tahun. Stroke adalah konsisi yang terjadi karena pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu.

“Di antara semua pasien stroke , 10 persen di ataranya berusia sekitar 30 tahun. Pasien stroke termuda yang pernah saya tangani berusia 27 tahun dan yang tertua 74 tahun,” jelas dr Joni Wahyuhadi SpBS, ahli bedah syaraf RS Spesialis Husada Utama.

Artinya, kata dia, jika dalam sebulan terdapat 60 pasien stroke baru, enam di antaranya berusia 30 tahun. Menurutnya ada beberapa penyebab terjadinya pergeseran usia penderita stroke . Di antaranya, gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat. Hal tersebut memicu menjangkitnya beberapa penyakit degeneratif. Misalnya hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes melitus (kencing manis), dan kolesterol.

“Perokok aktif dan stress tinggi berkelanjutan juga mempertinggi kemungkinan terjadi stroke ,” tegasnya. Apakah merokok pada usia muda juga meningkatkan angka penderita stroke pada usia 30 tahun? Joni mengiyakan kemungkinan tersebut. Sebab, rokok bisa merusak pembuluh darah. Tak terkecuali pembuluh darah yang mengarah ke otak. “Itulah yang harus disadari masyarakat saat ini, agar lebih concern menjaga kesehatan dan menjauhi faktor risiko tersebut,” katanya.

Selain itu, faktor genetik tak bisa dilupakan. Bila orang tua menderita penyakit degeneratif, ada kemungkinan anak mengalami hal yang sama. Karena itu, jelas Joni, jika memang termasuk risiko tinggi mengidap stroke atau penyakit degeneratif, segera lakukan gaya hidup sehat. “Itu untuk mengurangi kemungkinan terkena penyakit yang sama,” jelasnya.

Bukan hanya terjadi pergeseran usia. Angka penderita stroke ternyata terus menunjukkan peningkatan. Saat ini kata Joni, tiap hari ada 1- pasien stroke baru yang berobat. Padahal tahun sebelumnnya, belum tentu ada pasien baru tiap hari. “Kondisi ini sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Salah satunya, Joni menekankan perlunya diadakan upaya dan sosialisasi lebih optimal agar kesadaran orang tua akan bahaya stroke makin meningkat. “Kalau sudah tahu mereka bisa mencari cara untuk menghindarinya,” ujar Joni.

(Sumber Jawa Pos, Kamis 12 Juni 2008)

 

2 Responses to “Penderita Stroke Makin Muda”

  1. limpo50 Says:

    anda memperoleh data penyakit lewat jalur apa?? punya databasenya?? atau rekap laporan saja?

  2. DD Says:

    rujukannya khan jelas om, via Japos. salam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: