Dokter Kepresidenan RI

Alhamdulillah, saya bersyukur karena telah memilih bisnis yang tepat, di mana selain poduk yang luar biasa manfaatnya dan sedang menjadi trend dunia juga system bonus dan the man behind scene yang berintegritas tinggi.

Ketika Grand Rally, hari Minggu 3 Agustus 2008 lalu di JITEC, Mangga Dua Square, Jakarta, nama dokter Mardjo beberapa kali disapa dan dipanggil ke atas pentas diminta untuk menyematkan beberapa penghargaan kepada para Crown Star Director yang telah memberikan beberapa Motivation Speech. Saya sempat bertanya-tanya, siapakah kiranya beliau ini? mengapa wajahnya begitu familiar? tapi saya tidak mampu mengingatnya saat itu dengan lebih jauh karena tenggelam dengan kemeriahan acara. Saya pun tidak sempat ambil fotonya karena keterbatasan lokasi duduk.

Sesampai di rumah, saya pun googling dengan keyword “dr marjo mardjo”, dan voilaaa… ternyata beliau bernama lengkap dr. Mardjo Soebiandono Sp.B, seorang specialist bedah yang juga merupakan Ketua Tim Dokter Kepesidenan RI yang sempat sering muncul di infotainment saat mantan presiden kita, Pak Harto sakit hingga meninggal dunia. Fotonya pun cocok! Di Melilea, beliau duduk sebagai Komisaris.

Di foto ini, beliau duduk di kanan depan, bersama sang istri tercinta.

 

Baru

Sayur Organic Sehatkan Jantung

Buah dan sayuran yang dibudidayakan oleh bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis, atau disebut dengan makanan organik, ternyata lebih baik untuk jantung dibandingkan dengan sayuran dan buah non organik.

Dalam studi perbandingan selama periode 10 tahun antara tomat organik dengan tomat biasa, para peneliti dari Universitas California, AS, menemukan tomat organik memiliki kandungan flavonoid, jenis zat antioksidan, dua kali lebih banyak.

Flavonoid sendiri memiliki segudang manfaat, antara lain menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, serta disebut-sebut sebagai penangkal kanker dan demensia (pikun).

Hasil studi yang dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry tersebut menyatakan kadar nitrogen dalam tanah yang dipakai untuk pertanian organik mungkin adalah penyebab tingginya kadar flavonoid.

Sementara itu majalah New Scientist melaporkan perbedaan kadar flavonoid antara sayur organik dan non organik disebabkan karena tidak adanya pupuk kimia dalam pertanian organik.

Flavonoid diproduksi sebagai mekanisme pertahanan alami akibat kurangnya nutrisi, seperti rendahnya kadar nitrogen dalam tanah. Sedangkan pertanian non organik biasanya memakai pupuk yang sudah mengandung nitrogen.

Menanggapi hasil penelitian tersebut, The Food Standards Agency (FSA), mengatakan belum ada bukti yang menyebutkan sayuran organik baik untuk kesehatan. “Berdasarkan penelitian kami memang ada beberapa nutrisi dalam makanan organik yang berbeda dengan non organik, namun itu tidak berarti lebih sehat,” kata juru bicara FSA seperti dikutip bbcnews.

Sebagai contoh, susu organik memiliki kadar asam omega-3 lebih tinggi, tetapi menurut FSA susu organik memiliki asam lemak yang termasuk rantai pendek (short-chain fatty acids) yang kurang baik untuk kesehatan. Sementara itu asam lemak omega-3 juga bisa didapatkan pada minyak ikan.

Sumber: BBC

 

 

Penderita Stroke Makin Muda

Penderita stroke umumnya berusia 50 tahun. Tapi itu dulu. Sejak awal tahun ini, ada pergeseran usia penderita. Berdasar data, makin banyak penderita stroke dengan usia rata-rata 30 tahun. Stroke adalah konsisi yang terjadi karena pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu.

“Di antara semua pasien stroke , 10 persen di ataranya berusia sekitar 30 tahun. Pasien stroke termuda yang pernah saya tangani berusia 27 tahun dan yang tertua 74 tahun,” jelas dr Joni Wahyuhadi SpBS, ahli bedah syaraf RS Spesialis Husada Utama.

Artinya, kata dia, jika dalam sebulan terdapat 60 pasien stroke baru, enam di antaranya berusia 30 tahun. Menurutnya ada beberapa penyebab terjadinya pergeseran usia penderita stroke . Di antaranya, gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat. Hal tersebut memicu menjangkitnya beberapa penyakit degeneratif. Misalnya hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes melitus (kencing manis), dan kolesterol.

“Perokok aktif dan stress tinggi berkelanjutan juga mempertinggi kemungkinan terjadi stroke ,” tegasnya. Apakah merokok pada usia muda juga meningkatkan angka penderita stroke pada usia 30 tahun? Joni mengiyakan kemungkinan tersebut. Sebab, rokok bisa merusak pembuluh darah. Tak terkecuali pembuluh darah yang mengarah ke otak. “Itulah yang harus disadari masyarakat saat ini, agar lebih concern menjaga kesehatan dan menjauhi faktor risiko tersebut,” katanya.

Selain itu, faktor genetik tak bisa dilupakan. Bila orang tua menderita penyakit degeneratif, ada kemungkinan anak mengalami hal yang sama. Karena itu, jelas Joni, jika memang termasuk risiko tinggi mengidap stroke atau penyakit degeneratif, segera lakukan gaya hidup sehat. “Itu untuk mengurangi kemungkinan terkena penyakit yang sama,” jelasnya.

Bukan hanya terjadi pergeseran usia. Angka penderita stroke ternyata terus menunjukkan peningkatan. Saat ini kata Joni, tiap hari ada 1- pasien stroke baru yang berobat. Padahal tahun sebelumnnya, belum tentu ada pasien baru tiap hari. “Kondisi ini sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Salah satunya, Joni menekankan perlunya diadakan upaya dan sosialisasi lebih optimal agar kesadaran orang tua akan bahaya stroke makin meningkat. “Kalau sudah tahu mereka bisa mencari cara untuk menghindarinya,” ujar Joni.

(Sumber Jawa Pos, Kamis 12 Juni 2008)

 

Aneka Testimoni

Berikut ini adalah foto testimoni beberapa orang yang telah mengkonsumsi Melilea Greenfield Organic: